Jumat, 20 Januari 2012

MODEL PEMBELAJARAN BERPROGRAMA


FAKULTAS TARBIYAH/SYARIAH
STAI  YAPATA  AL-JAWAMI
BANDUNG

NAMA          : IBRAHIM HASANUDIN
Prog.Studi    : MPAI
DOSEN         : Budie Agung S.Pd.I


MODEL PEMBELAJARAN BERPROGRAMA

PENGERTIAN
Model pembelajaran berprograma ialah suatu bentuk pembelajaran dengan menggunakan alat-alat yang bekerja serba otomatis atau kunci-kunci jawaban tertulis yang di buat sedemikian rupa, sehingga peserta didik dapat mempelajari sendiri bahan yang telah tersusun secara sistematis, yang menyebabkan peserta didik dapat berdialog dengan bahan-bahan tersebut atas tanggung jawab sendiri.
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BERPROGRAMA
1.      Dalam pengajaran berprograma dikehendaki proses interaksi antara pendidik dan peserta didik secra tidak langsung, karena belajar dengan program memakai perantara/alat berupa “teaching mechine” dan “buku text” yang bertindak sebagai alat mengaktifkan pelajar dalam proses belajar.
2.      Pengajaran berprograma menganut sistem belajar sendiri, ialah dengan cara berdialog dari unit kalimat ke unit kalimat berikutnya yang di susun sedemikian rupa, sehingga unit-unit itu dapat berbicara langsung dengan pembaca. Setiap unit menunjukan :
a.       Apa yang harus di perhatikan,
b.      Apa yang harus di perbuat.
c.       Pengujian terhadap jawaban dan jika salah bagaiman memperbaikinya,
d.      Apa yang harus di perhatikan setelah itu, sebagi lanjutan.
3.      Rangkaian kegiatan pembelajran berprograma dilakukan secara aktif progresif, peserta didik belajar dengan maju setapak demi setapak dan mnguji kebenaran hasil responsenya, sehingga akhirnya ia sampai kepada suatu kesimpulan.
4.      Bahan pengajaran berprograma disusun menurut prinsip dan pola tertentu yang telah di programkan. Sehungga kadangkala peserta didik tidak terlalu membutuhkan pendidik dalam belajarnya.
JENIS PROGRAM
1.      Pola Linier
Pola limier ini dikembangkan oleh skinner. Dalam menyusun suatu program ia mnganjurkan untuk memulai penyusunan dengan :

a.       Menentukan dan membatasi lapangan ( scope ) yang akan di bahas.
b.      Mencari semua istilah teknis, fakta, ketentuan, prinsip serta hal yang relevan dengan lapangan tersebut.
c.       Mengatur dalam urutan perkembangan yang logis.
Dikatakan linier, karna terdapat suatu garisan untuk di ikuti semua peserta didik.
2.      Programa Branching ( bercabang )
Dalam program ini terkadang peserta didik terus sampai pada suatu bingkai dimana ia berbuat salah. Kesalahan itu mengalihkan dia untuk kemudian mengadakan perbaiakn biasanya programa terdiri dari suatu pilihan. Dikatakan bercabang karna di samping garis lurus ada lagi garis cabang.
LANGKAH LANGKAH PELAKSANAAN
Ada beberapa hal yg harus diperhatikan dalam pelaksanaan program.
1.      Persiapan, terdiri dari :
a.       Pemilihan topik
Topik di ambil dari pelajaran yang sudah di kenal  peserta didik, dan dalam materi yang mudah di programkan.
b.      Out line.
Out line dari topik di susun sebaik mungkin dan materinya di ambil dari materi pokok dan materi pengajran.
c.       Tujuan instruksional
Tujuan ini di rumuskan sebaik mungkin sehingga tingkahlaku mana yang harus dicapai.
d.      Pretest.
Pretest ini di pergunakan untuk mengetahui sampai dimana kesanggupan/penguasaan peserta didikterhadap materi yang akan di programkan.
2.      Penulisan program,
ASetelah persiapan sudah matang, maka barulah di tulis program yang akan dilaksanakan. Peserta didik menjawab tugas-tugas tertulis yang telah di siapkan.
a.       Dalam menjawab tugas-tugas tersebut peserta didik dapat pula mengetahui benar atau salah jawabannya dengan jawaban yang serba otomatis atau kunci jawaban yang tertulis.
b.      Peserta didik diberi kebebasan untuk memilih tugas-tugas yang di senanginya.
c.       Kebenaran jawaban anak-anak dapat di cek pada kunci yang tersedia. Dalam kunci jawaban selalu tersedia jawaban yang benar, jika peserta didik salah ia bisa mencarinya sendiri sampai ia menemukan jawaban yang benar.
d.      Nyatakan urutan (sequance) yang baik.
Tiap bingkai hendaknya di susun menurut urutan yang baik : urutan hendaknya didasarkan atas lukisan bahan yang akan di ajarkan dan di dasarkan atas kondisi-kondisi belajar (generalisasi, kontinuitas, dan praktis ).
KEUNTUNGAN METODE PENGAJARAN BERPROGRAMA
1.      Bahan pelajaran sangat banyak disediakan sehingga sifat individuil anak-anak dapat diperhatikan.
2.      Anak yang pandai mendapat kesempatan yang banyak untuk mencapai kemajuan.
3.      Menambah self activity bagi anak-anak.
4.      Melatih anak untuk berbuat mandiri dan bertanggung jawab sendiri.
5.      Anak-anak dapat belajar sesuai kemampuannya, karena setiap pelajar menghadapi alat secara individuil.
6.      Metode ini melahirkan berbagai alat-alat pengajaran mulai dari buku-buku yang di susun secara campur aduk sampai kepada alat-alat yang dapat di gerakan dengan tangan dan akhirnya tercipta alat-alat pengajaran yang bekerja melalui sistem elektronik.
7.      Bahan-bahan pealajaran dapat di susunsecara sistematis menurut rencana yang telah ditetapkan.
KELEMAHAN-KELEMAHAN METODE PENGJARAN BERPROGRAMA
1.      Proses belajar seperti ini sangat sulit untuk membentuk kepribadian yang bulat.
2.      Pengajaran dengan metode ini individualistis dan intelektualistis.
3.      Susah untuk menyusun programa , apalagi programa dari setiap mata pelajaran.
4.      Membutuhkan biaya yang mahal untuk mrnciptakan alat-alat pengajar.
5.      Mesin pengajar tidak dapat merasakan apa yang di rasakan oleh pelajar.
6.      Fungsi pendidik sebagai pendidik di abaikan oleh para peserta didik.
7.      Karena alat-alat yang terbatas maka tak dapat melayani semua pelajar.
8.      Kegiatan-kegiatan peserta didik sukar untuk di kontrol.
9.      Bahan-bahan pelajaran tidak tersusun menurut pola yang bernilai.

DAFTAR RUJUKAN
METODOLOGI Pendidikan Agama Islam Prof. DR. Ramayulis Cetakan ke enam juni 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar